Review Film Hello Ghost: Empat Hantu dengan Kepribadian Unik

Review Film Hello Ghost: Empat Hantu dengan Kepribadian Unik

Review Film Hello Ghost: Empat Hantu dengan Kepribadian Unik. Hello Ghost (2023), remake Indonesia dari film Korea Selatan Hello Ghost (2010), tayang di bioskop pada 26 Oktober 2023 dan kini masih menjadi salah satu film komedi fantasi lokal paling banyak dibicarakan hingga awal 2026. Disutradarai oleh Rako Prijanto dan dibintangi Onadio Leonardo sebagai Salman, film ini berhasil menarik lebih dari 2,1 juta penonton di bioskop dan terus mendominasi daftar tontonan Netflix Indonesia serta platform streaming lainnya. Cerita tetap berpusat pada Salman, pemuda kesepian yang setelah mencoba bunuh diri malah bisa melihat dan berinteraksi dengan empat hantu berpribadi sangat unik. Keempat hantu ini menjadi sahabat sekaligus sumber kekacauan dalam hidupnya, menciptakan komedi yang ringan, hangat, dan penuh pesan tentang kesepian serta penerimaan diri. INFO SAHAM

Karakter Empat Hantu yang Menjadi Daya Tarik Utama: Review Film Hello Ghost: Empat Hantu dengan Kepribadian Unik

Salah satu kekuatan utama Hello Ghost (2023) terletak pada empat hantu yang punya kepribadian sangat berbeda dan langsung melekat di ingatan penonton:
Badu (diperankan oleh Tora Sudiro) adalah hantu preman yang kasar tapi sebenarnya penakut. Ia suka mengancam dengan gaya preman kampung, tapi selalu lari duluan kalau ada bahaya. Karakter ini menjadi sumber lelucon fisik yang paling banyak.
Wawan (Chicco Jerikho) adalah hantu playboy yang cerewet dan suka pamer. Ia selalu berusaha tampil keren meski sudah mati, sering menggoda perempuan dan membuat Salman malu di depan umum.
Gandi (Mawar de Jongh dalam peran cameo unik) adalah hantu anak kecil yang polos, manja, dan mudah menangis. Ia mewakili sisi kekanak-kanakan yang menggemaskan sekaligus menguras emosi.
Mawar (Ria Ricis) adalah hantu perempuan cantik tapi pemarah dan suka marah-marah. Ia sering bertengkar dengan Wawan dan berperan sebagai “ibu-ibu galak” di antara hantu.
Keempat hantu ini tidak hanya jadi alat komedi, tapi juga membantu Salman mengatasi trauma masa kecil, rasa rendah diri, dan keberanian menyatakan cinta kepada teman sekolahnya, Nindy (Hanggini). Interaksi mereka penuh kekocakan khas sinetron Indonesia era 2000-an, tapi disajikan dengan sinematografi modern dan editing yang lebih rapi.

Elemen Komedi dan Pesan Moral: Review Film Hello Ghost: Empat Hantu dengan Kepribadian Unik

Hello Ghost (2023) mengandalkan komedi situasional dan dialog cepat yang menjadi ciri khas Rako Prijanto. Adegan-adegan Salman berdebat dengan hantu di tempat umum, atau hantu-hantu itu ikut campur urusan percintaan Salman, selalu berhasil membuat penonton tertawa lepas. Visual efek hantu dibuat lebih halus dibandingkan versi asli 2010, dengan transisi yang mulus dan warna yang hangat.
Di balik tawa, film ini menyisipkan pesan moral yang sederhana tapi menyentuh: kesepian bisa diatasi dengan persahabatan, bahkan dengan hantu sekalipun. Salman belajar menerima dirinya, menghargai orang-orang di sekitarnya, dan berani mengejar kebahagiaan. Ending yang bittersweet—di mana hantu-hantu akhirnya “pergi” setelah membantu Salman—memberi kesan bahwa sahabat sejati akan datang saat dibutuhkan, meski hanya sementara.

Kesimpulan

Hello Ghost (2023) berhasil menjadi remake yang layak dan bahkan lebih menghibur dibandingkan versi aslinya bagi penonton Indonesia. Empat hantu dengan kepribadian unik—Badu, Wawan, Gandi, dan Mawar—menjadi daya tarik utama yang membuat film ini mudah diingat dan sering ditonton ulang. Kombinasi komedi slapstick, chemistry solid antar pemain, serta pesan moral tentang persahabatan dan penerimaan diri membuat film ini tetap segar meski sudah berusia tiga tahun. Di era streaming 2026, Hello Ghost masih menjadi tontonan ringan yang pas untuk malam minggu atau saat ingin tertawa sambil tersenyum haru. Jika kamu belum nonton atau ingin nostalgia, film ini masih sangat direkomendasikan. Empat hantu dari botol ajaib ini memang punya tempat spesial di hati penonton Indonesia—selamanya. Nonton lagi yuk, rasanya masih sama kocaknya seperti pertama kali.

BACA SELENGKAPNYA DI…

More From Author

Review Film Super Pumped: Berdirinya Transportasi Daring

Review Film Super Pumped: Berdirinya Transportasi Daring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LINK ALTERNATIF: