Review Film Autobiography: Psikologis Thriller tentang Rakib. Autobiography (2022), film psikologis thriller karya Makbul Mubarak yang tayang perdana di Locarno Film Festival dan rilis resmi di Indonesia pada 17 November 2022, masih menjadi salah satu karya sinema Indonesia paling diakui secara internasional hingga awal 2026. Hampir empat tahun setelah rilis, film ini terus mendapat pujian luas dan sering masuk daftar “film Indonesia terbaik dekade ini” di berbagai media global. Dibintangi Kevin Ardilova sebagai Rakib, film ini mengisahkan perjalanan gelap seorang pemuda desa yang menjadi asisten pribadi seorang jenderal politik di masa Orde Baru akhir. Dengan durasi 115 menit, Autobiography bukan sekadar cerita thriller biasa; ia adalah potret psikologis mendalam tentang kekuasaan, manipulasi, dan kehancuran batin seorang pemuda yang terjebak dalam sistem otoriter yang korup. REVIEW FILM
Kisah Rakib dan Transformasi Psikologisnya: Review Film Autobiography: Psikologis Thriller tentang Rakib
Rakib adalah seorang pemuda desa yang polos dan patuh, bekerja sebagai penjaga rumah Pak Joko (Arswendi Nasution), seorang mantan jenderal yang kini mencalonkan diri sebagai bupati. Ketika Pak Joko melihat potensi di Rakib—ketenangan, kesetiaan, dan kemampuan mengikuti perintah tanpa banyak pertanyaan—ia mulai melatih Rakib menjadi “tangan kanan” yang sempurna: mengantar paket misterius, mengawasi lawan politik, hingga melakukan tindakan kekerasan atas nama “keamanan kampanye”.
Film ini berjalan lambat dan penuh ketegangan psikologis. Rakib awalnya tampak seperti anak baik yang ingin membahagiakan majikan dan keluarganya. Namun seiring waktu, ia mulai menyerap nilai-nilai Pak Joko: kekuasaan lebih penting daripada moral, kesetiaan buta adalah bentuk pengabdian tertinggi, dan kekerasan adalah alat yang sah untuk mencapai tujuan. Transformasi Rakib dari pemuda lugu menjadi sosok yang dingin dan siap membunuh digambarkan secara halus tapi mengerikan—tanpa adegan kekerasan berlebihan, hanya melalui tatapan mata yang semakin kosong dan gerakan tubuh yang semakin mekanis.
Atmosfer Dingin dan Teknik Sinematografi: Review Film Autobiography: Psikologis Thriller tentang Rakib
Makbul Mubarak membangun atmosfer yang sangat dingin dan menekan: rumah besar Pak Joko yang megah tapi sepi, hutan di sekitar desa yang gelap, dan suara alam yang kontras dengan kekerasan manusia. Sinematografi Yunus P. Pakpahan menggunakan warna-warna desaturasi dan komposisi frame yang sangat simetris, menciptakan rasa klaustrofobia meski latar sering terbuka luas. Musik dari Ydhi Arfani minimalis dan mencekam—hanya nada-nada rendah yang membuat penonton terus merasa tidak nyaman.
Tidak ada jumpscare atau adegan gore berlebihan; ketegangan dibangun melalui keheningan panjang, tatapan mata, dan keputusan moral kecil yang perlahan mengubah Rakib menjadi monster. Penampilan Kevin Ardilova sebagai Rakib luar biasa—ia berhasil menyampaikan perubahan batin hanya melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh, tanpa perlu dialog panjang.
Makna Lebih Dalam: Kekuasaan dan Kehancuran Batin
Di balik cerita pembunuh bayaran, Autobiography adalah alegori tentang bagaimana kekuasaan korup bisa menghancurkan jiwa seseorang yang awalnya polos. Rakib mewakili generasi muda yang terjebak dalam sistem otoriter—ia ingin menjadi “anak baik” dan diakui, tapi akhirnya kehilangan kemanusiaannya demi loyalitas buta. Film ini juga menyentil warisan Orde Baru: bagaimana kekerasan dan manipulasi politik menciptakan generasi yang terluka dan akhirnya mengulang pola yang sama.
Banyak penonton merasa film ini seperti pengingat bahwa kekejaman tidak selalu lahir dari orang jahat sejak lahir; sering kali ia lahir dari orang biasa yang terjebak dalam sistem yang lebih besar dan memilih “ikut” demi bertahan hidup. Makna terdalamnya adalah bahwa “autobiography” Rakib bukan cerita sukses, melainkan catatan kehancuran batin seorang pemuda yang kehilangan dirinya sendiri demi kekuasaan orang lain.
Kesimpulan
Autobiography adalah film yang langka: dingin sekaligus sangat mendalam, lambat tapi penuh ketegangan, dan minimalis tanpa terasa kosong. Kekuatan utamanya terletak pada penampilan luar biasa Kevin Ardilova sebagai Rakib yang hancur dari dalam, gaya penyutradaraan Makbul Mubarak yang presisi, serta pesan bahwa kekuasaan korup bisa menghancurkan jiwa orang biasa yang paling polos sekalipun. Film ini berhasil menjadi thriller psikologis yang membuat penonton merasa tidak nyaman sekaligus terpukau. Di tengah banjir film aksi berisik, Autobiography menawarkan ketegangan yang tenang tapi mematikan. Jika kamu mencari drama psikologis yang membuat otak bekerja dan hati teriris, film ini sangat direkomendasikan. Autobiography bukan sekadar film tentang pembunuh bayaran; ia adalah potret gelap tentang bagaimana sistem kekuasaan bisa mengubah seorang pemuda biasa menjadi monster. Dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling kuat dari sebuah film.