review-film-babygirl-nicole-kidman-thriller-erotis

Review Film Babygirl: Nicole Kidman Thriller Erotis

Review Film Babygirl: Nicole Kidman Thriller Erotis. Babygirl yang tayang sejak Desember 2025 langsung jadi salah satu film thriller erotis paling dibicarakan akhir tahun lalu dan masih ramai hingga awal 2026. Nicole Kidman memerankan Romy Mathis, CEO sukses berusia 40-an yang menjalin hubungan terlarang dengan intern muda bernama Samuel (Harris Dickinson). Disutradarai Halina Reijn, film berdurasi 114 menit ini sudah meraup lebih dari US$140 juta secara global dengan budget sekitar US$20 juta. Rating Rotten Tomatoes mencapai 79% dari kritikus dan 84% dari penonton, serta skor tinggi di platform streaming. Cerita berfokus pada dinamika kekuasaan, hasrat, dan kehancuran diri yang muncul dari affair tersebut. Pertanyaannya: apakah thriller erotis ini berhasil jadi karya berani yang memikat, atau malah terasa klise dan kurang mendalam? REVIEW WISATA

Kekuatan Akting Nicole Kidman dan Ketegangan Psikologis

Nicole Kidman tampil di puncak performa sebagai Romy—seorang wanita karir sukses yang tampak sempurna dari luar tapi rapuh dan penuh keinginan terpendam di dalam. Ekspresi wajahnya, bahasa tubuh, dan cara ia berpindah dari kontrol penuh ke kerentanan total terasa sangat nyata. Kidman berhasil membuat penonton percaya bahwa karakter ini rela mempertaruhkan segalanya hanya demi sensasi sesaat. Harris Dickinson sebagai Samuel memberikan kontras yang pas—ia muda, percaya diri, dan manipulatif dengan cara halus. Chemistry keduanya terasa elektrik sejak adegan pertama di lift; ada ketegangan seksual yang kuat tapi tidak murahan. Adegan intimnya difilmkan dengan estetika tinggi—lebih fokus pada emosi dan kekuasaan daripada eksploitasi fisik. Halina Reijn berhasil ciptakan rasa tidak nyaman yang konstan: penonton tahu hubungan ini akan berakhir buruk, tapi tetap terpaku melihat bagaimana semuanya runtuh perlahan.

Visual, Musik, dan Atmosfer yang Dingin di Film Babygirl

Visual film ini sangat stylish dan dingin. Lokasi kantor modern dengan kaca besar, apartemen mewah, dan pencahayaan neon biru-putih menciptakan rasa steril dan terisolasi yang pas dengan kondisi emosional Romy. Cinematografi Marcel Zyskind tangkap setiap tatapan dan sentuhan dengan close-up yang intim tapi tidak vulgar. Musik karya Raffertie penuh synth rendah dan beat elektronik yang bikin suasana terasa gelisah sepanjang film. Ada momen-momen hening panjang yang justru lebih menyeramkan daripada jumpscare—suara napas, detak jantung, dan dering telepon jadi elemen horor psikologis yang efektif. Tone film ini campuran thriller erotis dan drama psikologis—mirip Basic Instinct atau Eyes Wide Shut, tapi dengan perspektif perempuan yang lebih kuat.

Kelemahan Cerita dan Pacing: Review Film Babygirl: Nicole Kidman Thriller Erotis

Meski akting dan atmosfer kuat, cerita terasa agak tipis di beberapa bagian. Plot “CEO jatuh ke affair destruktif dengan bawahan muda” sudah sering muncul di thriller erotis, dan twist akhirnya tidak terlalu mengejutkan. Babak tengah agak lambat karena terlalu banyak fokus pada dialog internal dan adegan intim yang kadang terasa repetitif. Ada juga kritik bahwa karakter Samuel kurang berkembang—ia lebih berfungsi sebagai katalisator daripada manusia dengan kedalaman penuh. Durasi 114 menit terasa sedikit panjang karena pacing yang sengaja lambat—bagi penonton yang harap thriller cepat, film ini bisa terasa agak membosankan di tengah. Dibandingkan film thriller erotis klasik seperti Fatal Attraction atau Unfaithful, Babygirl lebih modern dan berani dalam eksplorasi kekuasaan gender, tapi kurang punya “twist besar” yang bikin penonton terkejut.

Respon Penonton dan Dampak

Penonton Indonesia menyambut positif—film ini laris di bioskop premium dan platform streaming, dengan banyak diskusi soal dinamika kekuasaan dan seksualitas di kalangan dewasa. Box office US$140 juta (dengan proyeksi akhir US$200–250 juta) tunjukkan sukses komersial untuk film R-rated. Di media sosial, klip adegan lift dan konfrontasi akhir jadi viral. Film ini juga membuka diskusi soal consent, kekuasaan di tempat kerja, dan hasrat perempuan di usia matang—tema yang jarang dieksplorasi secara jujur di Hollywood. Banyak yang bilang ini salah satu penampilan terbaik Nicole Kidman dalam dekade terakhir. Sekuel atau proyek serupa belum diumumkan, tapi film ini berhasil jadi bukti bahwa thriller erotis dewasa masih punya tempat di era streaming.

Kesimpulan: Review Film Babygirl: Nicole Kidman Thriller Erotis

Babygirl adalah thriller erotis yang berhasil memikat dengan akting kuat Nicole Kidman, chemistry intens bersama Harris Dickinson, dan atmosfer dingin yang menyesakkan. Meski cerita agak tipis dan pacing tengah lambat, film ini tetap jadi tontonan dewasa yang berani dan relevan. Worth it? Ya—terutama kalau kamu suka thriller psikologis dengan tema kekuasaan dan hasrat yang kompleks. Kalau suka film seperti Basic Instinct, Eyes Wide Shut, atau The Affair, ini wajib dicoba. Nonton kalau belum—siapkan pikiran terbuka dan jantung yang siap berdegup kencang. Thriller erotis ini membuktikan bahwa Nicole Kidman masih jadi salah satu aktris paling menarik di Hollywood. Layak dapat tempat di daftar tontonan dewasa tahun ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

More From Author

review-film-five-nights-at-freddys-2-lebih-seram

Review Film Five Nights at Freddy’s 2: Lebih Seram?

review-film-blitz-steve-mcqueen-perang-dunia-ii

Review Film Blitz: Steve McQueen Perang Dunia II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LINK ALTERNATIF: